DI AWAL KU MENGENALMU
(PART 1)
Hari ini adalah hari pertama
Della masuk ke sekolah barunya, yaitu
SMA HARAPAN JAYA. Ia adalah murid baru
di sana. Della tahu pasti akan sulit untuk beradaptasi di lingkungan yang baru.
Tapi, dia yakin akan menemukan kisah baru nantinya.
“ kriiiingggg.....!!!! kringggg...!”
(suara jam berdering)
“ Del? Bangun sayang.. ini kan hari
pertama kamu ke sekolah. Nanti kamu telat loh” sahut mama Della
“ iya ma bentar lagi aku turun kok”
Selang 15 menit kemudian, Della pun
turun dari kamarnya dan menuju meja makan. Dengan percaya diri, ia menyapa
kedua orang tuanya.
“ pagi pa.. ma..!” sapa Della
“ pagi juga sayang! Wah anak papa
sudah siap ke sekolah nih” jawab papa Della
“ iya dong. Ini kan hari pertama aku
ke sekolah.” Kata Della menjelaskan
Setelah selesai makan dan
berbincang-bincang, Della pun berangkat dengan menggunakan mobil merah
mewahnya. Ia menancap gas dan melaju dengan kecepatan sedang. Di perjalanan, ia
teringat tentang sesuatu. Wajah yang tadinya terlihat ceria, berubah menjadi
murung. Air matanya pun sempat berlinang. Dalam lamunannya, ia terus
berkata
“kenapa?!! Apa ini masih belum puas
bagimu? Aku sudah cukup lelah mengenal rasa kecewa.”
Tapi, tak lama kemudian, tangisannya
buyar. Ia langsung menginjak pedal rem untuk menghentikan laju mobilnya. Dengan
segera, ia pun turun dari mobilnya dan mengecek apakah orang yang hampir ia
tabrak baik-baik saja. Ia menengok ke arah seorang lelaki yang hampir ia
tabrak. Della kemudian bertanya kepada lelaki itu.
“ duhh maaf ya gue nggak sengaja. Tadi
gue nggak fokus nyetirnya. Loe nggak apa-apa kan? Tanya Della penuh
kekhawatiran.
“ oohhh iya nggak apa-apa kok. Lagian
gue juga sih jalan nggak liat kanan kiri dulu. Soalnya tadi gue lagi buru-buru”
sahut laki-laki yang sedang berbincang dengan Della.
“ emang loe sekolah dimana?” tanya
Della lagi
“ gue sekolah di SMA HARAPAN JAYA. Kalau
loe?” jawab laki-laki itu.
“ wah kebetulan banget! Gimana kalau
kita barengan aja ke sekolah. Yah hitung-hitung sebagai tanda minta maaf gue ke
loe.” Ajak Della
“ hmmm... iya deh.” Jawabnya tanpa
berpikir panjang.
Della pun dengan segera menyalakan
mobilnya. Di perjalanan, kedua remaja itu tak banyak bicara. Lantaran Della
fokus pada menyetirnya dan laki-laki itu fokus pada bukunya. Della merasa
canggung saat berada satu mobil dengan laki-laki yang baru ia kenal. Ia mencoba
mencairkan suasana.
“ hmmm.. oh ya dari tadi kita ketemu
gue belum tahu nama loe.” Sahut Della
“ oh iya ya. Kenalin gue Raka
Mahendra. Loe bisa panggil gue Raka.” Jawab Raka
“ jadi nama loe Raka? Kalau gue Della.
Senang bisa kenal sama loe” ucap Della bersemangat
Tak terasa, mereka pun sudah sampai di
gerbang sekolah. Menyadari hal itu, Della dan Raka menghentikan perbincangan
mereka. Della kemudian memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah memarkirkan
mobilnya, Raka pun turun dari mobil Della.
“ Del, thanks yah udah bolehin gue
numpang ke sekolah.” Ucap Raka sambil tersenyum pada Della
“ it’s
okay. Santai aja kali, malahan gue yang harus minta maaf karena hampir
nabrak loe.” kata Della dengan membalas senyuman Raka.
“ gue harap kita bisa ketemu lagi ya”
pinta Raka
“ iya gue harap juga gitu” sahut Della
dengan harapan yang sama.
Tak lama kemudian, bel pun berbunyi.
Keduanya lantas meninggalkan parkiran dan masuk. Raka menuju ke kelas, sedangkan Della menuju
ke ruang guru. Keduanya tampak bersemangat, seakan-akan mereka telah
memenangkan suatu perlombaan. Saat sampai di depan kelas, Raka pun bergegas masuk.
Ia pun mulai duduk di bangkunya yang kebetulan berada pada barisan ke 2. Ia
rasa cukup strategis untuk memperhatikan pelajaran saat duduk di bangkunya.
Sudah cukup lama Raka duduk di bangkunya dan berbincang-bincang, guru pun
datang dan mulai menyimpan tasnya. Hari
ini adalah pelajaran ekonomi, tentu itu cukup membuat teman-teman Raka merasa deg-degan. Bukan karena mereka malas
belajar, tapi yang mereka takutkan adalah
guru yang mengajar saat itu. Namanya adalah Rika. Murid-murid biasa
memanggilnya ‘bu Rika’. Guru ekonomi itu
memang terkenal super galak dan
disiplin. Akan tetapi, berbeda dengan Raka yang terlihat biasa-biasa saja.
Maklumlah Raka salah satu siswa teladan di sekolahnya. Jadi, hampir semua mata
pelajaran ia sudah kuasai. Termasuk pelajaran ekonomi.
Kali ini, bu Rika masuk agak
terlambat. Bukan tanpa sebab, ia terlambat karena harus mengurus perpindahan
siswi baru yang tak lain adalah Della. Sebelum memulai pelajaran, bu Rika akan
memperkenalkan siswi baru pada
anak didiknya.
“ pagi anak-anak!” sahut bu Rika
sambil menenteng sebuah tas laptop.
“ pagi bu!” jawab muridnya secara
bersamaan.
“ nah hari ini kalian akan kedatangan
murid baru.” Ucap bu Rika
“ wah!!!” sahut salah satu murid
“ nak silahkan masuk!” kata bu Rika
sambil menoleh ke arah pintu
Della pun masuk dan mulai
memperkenalkan diri.
“ hai semua! Nama gue Della Anandita, tapi kalian boleh panggil gue Della. Senang bisa
kenal sama kalian semua! Dan gue harap kita bisa berteman” ucap Della yang
berdiri di depan murid-murid
“ hai juga Del!” sahut Raka.
Akan tetapi, ditengah-tengah proses
perkenalan, Della baru menyadari keberadaan Raka
“ hah? Itukan Raka. Kok bisa kebetulan
gini sih?” ucap Della dalam hatinya
Setelah perkenalan selesai, bu Rika
pun mempersilahkan Della untuk segera duduk di bangku yang telah di sediakan.
Kebetulan, bangku yang kosong tepat di belakang Raka. Della kemudian duduk dan
mulai mengeluarkan bukunya. Kemudian pelajaran pun di mulai. Saat pelajaran
berlangsung, semua murid tampak lesuh dan tak bersemangat. Alasannya sudah
jelas, yaitu karena bu Rika yang tekenal galak. Walaupun begitu, Raka dan Della
terlihat bersemangat dan antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan guru.
Akhirnya, waktu yang di tunggu-tunggu
oleh banyak murid telah tiba yaitu waktu istirahat. Bu Rika pun menghentikan
mengajarnya.
“ nah anak-anak sampai disini dulu
materi kita. Lusa, ibu akan mengadakan kuis. Jadi ibu harap, kalian
mempersiapkan diri.” Kata bu Rika sambil mengambil buku dan laptop dari meja
“ baik bu..” jawab Raka
Setelah menyampaikan pada anak
muridnya, bu Rika akhirnya keluar ruangan. Semua murid pun mengemasi
barang-barang mereka dan bersiap-siap untuk keluar. Raka kemudian mengajak
Della untuk ke kantin bersama.
“Del, bareng yuk.” Sahut Raka
“ hmm... boleh deh. Lagian gue juga
belum tahu banyak tentang sekolah ini.” Ucap Della dengan men-iyakan ajakan
Raka.
Mereka berdua pun keluar dari kelas
dan menuju kantin. Saat perjalanan menuju kantin, Della terlihat sedang
memikirkan sesuatu. Raka pun menyadari sikap Della yang sedari tadi hanya diam
tanpa basa-basi. Raka mencoba bertanya pada Della.
“Del, loe kenapa? Kok bengong gitu
sih? Loe sakit?” tanya Raka yang terlihat peduli pada murid baru itu.
Akan tetapi, Della tak menggubris
pertanyaan Raka. Ia malah terus berjalan tanpa sadar bahwa Raka tertinggal di
belakangnya. Raka kemudian memanggil Della.
“ woy Del! Kok loe diem sih? Loe malah
ninggalin gue. Tunggu dong” teriak Raka dengan raut wajah agak kesal.
“ hah? Kenapa?” ucap Della sambil
membalik badannya ke belakang.
“ pake nanya lagi. Dari tadi gue nanya
ke loe. Emang loe nggak denger?” kata Raka
“ oh sorry gue nggak denger” ucap
Della
“ emang loe lagi lamunin apa sih?”
tanya Raka lagi
“ hmmm,,,, anu.. gue bingung nih. Kan kata bu Rika lusa kita ada kuis,
terus gue belum terlalu ngerti tentang materinya. Gimana dong?” kata Della
dengan raut wajah yang terlihat panik.
“ hah? Gitu doang? Gue kira
apaan.,gimana kalau gue ajarin lo? Tempat dan waktunya loe aja yang nentuin.
Gimana?” kata Raka yang menawarkan diri
“ wah! Makasih ya lo mau ajarin gue.
Gimana kalau kita belajar di rumah loe. Nanti gue bakal datang ke rumah loe.
Setuju nggak?” ucap Della
“ okay, gue setuju.” Kata Raka
menyetujui.
Tak terasa, mereka pun sampai di
kantin. Raka berniat untuk mentraktir Della.
“ Del, gue traktir yah?” tanya Raka
“ gue bisa bayar sendiri kali. Nggak
perlu repot-repot” kata Della sinis
“ gue tahu kalau loe bisa bayar
sendiri. Tapi gue teraktir loe sebagai tanda penyambutan dan simbol awal
pertemanan kita. Mau yah, please..”
pinta Raka dengan sangat
“ ok deh gue mau. Tapi ingat, gue mau
di traktir sama loe karena gue kasihan aja.” Kata Della dengan nada meledek
Setelah setuju untuk di traktir, Raka
kemudian mulai memesan makanan dan minuman untuk Della. Akan tetapi, sebelum
Raka menyebutkan makanan dan minuman yang akan dipesan, seorang siswi dengan wajah yang putih dan menggunakan
kaca mata menghampiri Raka dan Della. Orang itu datang dan meneriaki nama Raka.
Tak hanya itu,ia juga memukul pundak Raka.
“ Raka!! Woy loe kok keterlaluan
banget sih? Kenapa loe nggak ngajak gue ke kantin? Biasanya kan kita bareng.”
Cerutu seorang siswi.
“ ohh itu, hmmm anu.. sorry
gue lupa” kata Raka yang mencari-cari alasan.
“ hah, lupa? Tumben amat loe nggak
inget gue. Loe tahu nggak tadi gue ke
kelas loe, trus temen-temen loe bilang kalau loe udah duluan. Jadi gue nyusul
kesini” kata seorang siswi
“ udah deh, yang penting kan loe udah
ada disini.” Ucap Raka pendek kata
“ hmm.. terserah loe aja deh. Eh By The Way, dia siapa? Kok gue baru liat
sih?’ tanya seorang siswi yang sepertinya adalah teman/sahabat Raka
“ kenalin gue Della. Gue emang murid
baru disini. Senang bisa berkenalan. Kalau loe” tanya Della sambil menjulurkan
tangannya
“ ohh kalau gue Viona, loe bisa panggil
gue Vio. Loe kelas berapa?” tanya Viona lagi
“ gue anak XI IPA 2
kalau loe?” tanya Della kembali
“ oh kalau gue anak XI IPA 3. Berarti
loe sekelas dong sama Raka” ucap Viona
“ eh udah, udah kalau Cuma ngobrol,
nanti keburu bel masuk bunyi loh. Mending kita pesan sekarang aja. Emang kalian
nggak laper? Kalau gue sih udah laper banget.” Ketus Raka
“ hehehe.. iya yah gue lupa. Ayo kita
pesan aja” sahut Viona.
Ketiganya kemudian memesan makanan dan
minuman masing-masing.
“ bu, saya pesan mie kuah aja ya. Sambel sama
kecapnya di banyakin bu” pinta Viona
“ bu, kalau saya pes....” sahut Della
yang terpotong oleh Raka
“ nasi goreng. Nggak pakai sambel,
udang, dan kerupuk ya bu..” ucap Raka yang memotong pembicaraan Della
“ loh kok loe main nyamber aja sih?
Trus kok pesenan kamu sama kayak yang mau aku pesen sih?” tanya Della yang
kesal
“ ya elah. Pesenannya emang buat loe.”
Tutur Raka
“ hah? Darimana loe tahu kalau gue
nggak suka pakai sambel, alergi udang dan kerupuk?” tanya Della yang penasaran
“ wah! Iya Raka, loe tahu dari mana?”
tanya Viona yang menambah penasaran Della
“ hmmm.. nggak kok. Sebenarnya gue
Cuma nebak doang. Eh udah udah gue udah laper nih. Bu, kalau saya pesan bakso
aja, yang kayak biasa ya bu.” Ucap Raka.
“ kalau minumnya mau apa dek?” tanya
seorang penjaga kantin
“ 3 orange juice aja bu” pinta Viona
Lanjutannya SEGERA diupload...

Bgs ceritanya
BalasHapus