13 Februari 2019

LAMUNAN SENJA



DI AWAL KU MENGENALMU
(PART 1)

Hari ini adalah hari pertama Della  masuk ke sekolah barunya, yaitu SMA  HARAPAN JAYA. Ia adalah murid baru di sana. Della tahu pasti akan sulit untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Tapi, dia yakin akan menemukan kisah baru nantinya.
“ kriiiingggg.....!!!! kringggg...!” (suara  jam berdering)
“ Del? Bangun sayang.. ini kan hari pertama kamu ke sekolah. Nanti kamu telat loh” sahut  mama Della
“ iya ma bentar lagi aku turun kok”
Selang 15 menit kemudian, Della pun turun dari kamarnya dan menuju meja makan. Dengan percaya diri, ia menyapa kedua orang tuanya.
“ pagi pa.. ma..!” sapa Della
“ pagi juga sayang! Wah anak papa sudah siap ke sekolah nih” jawab papa Della
“ iya dong. Ini kan hari pertama aku ke sekolah.” Kata Della menjelaskan
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang, Della pun berangkat dengan menggunakan mobil merah mewahnya. Ia menancap gas dan melaju dengan kecepatan sedang. Di perjalanan, ia teringat tentang sesuatu. Wajah yang tadinya terlihat ceria, berubah menjadi murung. Air matanya pun sempat berlinang. Dalam lamunannya, ia terus berkata 
“kenapa?!! Apa ini masih belum puas bagimu? Aku sudah cukup lelah mengenal rasa kecewa.”
Tapi, tak lama kemudian, tangisannya buyar. Ia langsung menginjak pedal rem untuk menghentikan laju mobilnya. Dengan segera, ia pun turun dari mobilnya dan mengecek apakah orang yang hampir ia tabrak baik-baik saja. Ia menengok ke arah seorang lelaki yang hampir ia tabrak. Della kemudian bertanya kepada lelaki itu.
“ duhh maaf ya gue nggak sengaja. Tadi gue nggak fokus nyetirnya. Loe nggak apa-apa kan? Tanya Della penuh kekhawatiran.
“ oohhh iya nggak apa-apa kok. Lagian gue juga sih jalan nggak liat kanan kiri dulu. Soalnya tadi gue lagi buru-buru” sahut laki-laki yang sedang berbincang dengan Della.
“ emang loe sekolah dimana?” tanya Della lagi
“ gue sekolah di SMA HARAPAN JAYA. Kalau loe?” jawab laki-laki itu.
“ wah kebetulan banget! Gimana kalau kita barengan aja ke sekolah. Yah hitung-hitung sebagai tanda minta maaf gue ke loe.” Ajak Della
“ hmmm... iya deh.” Jawabnya tanpa berpikir panjang.
Della pun dengan segera menyalakan mobilnya. Di perjalanan, kedua remaja itu tak banyak bicara. Lantaran Della fokus pada menyetirnya dan laki-laki itu fokus pada bukunya. Della merasa canggung saat berada satu mobil dengan laki-laki yang baru ia kenal. Ia mencoba mencairkan suasana.
“ hmmm.. oh ya dari tadi kita ketemu gue belum tahu nama loe.” Sahut Della
“ oh iya ya. Kenalin gue Raka Mahendra. Loe bisa panggil gue Raka.” Jawab Raka
“ jadi nama loe Raka? Kalau gue Della. Senang bisa kenal sama loe” ucap Della bersemangat
Tak terasa, mereka pun sudah sampai di gerbang sekolah. Menyadari hal itu, Della dan Raka menghentikan perbincangan mereka. Della kemudian memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah memarkirkan mobilnya, Raka pun turun dari mobil Della.
“ Del, thanks  yah udah bolehin gue numpang ke sekolah.” Ucap Raka sambil tersenyum pada Della
it’s okay. Santai aja kali, malahan gue yang harus minta maaf karena hampir nabrak loe.” kata Della dengan membalas senyuman Raka.
“ gue harap kita bisa ketemu lagi ya” pinta Raka
“ iya gue harap juga gitu” sahut Della dengan harapan yang sama.
Tak lama kemudian, bel pun berbunyi. Keduanya lantas meninggalkan parkiran dan masuk.  Raka menuju ke kelas, sedangkan Della menuju ke ruang guru. Keduanya tampak bersemangat, seakan-akan mereka telah memenangkan suatu perlombaan. Saat sampai di depan kelas, Raka pun bergegas masuk. Ia pun mulai duduk di bangkunya yang kebetulan berada pada barisan ke 2. Ia rasa cukup strategis untuk memperhatikan pelajaran saat duduk di bangkunya. Sudah cukup lama Raka duduk di bangkunya dan berbincang-bincang, guru pun datang  dan mulai menyimpan tasnya. Hari ini adalah pelajaran ekonomi, tentu itu cukup membuat  teman-teman Raka  merasa deg-degan. Bukan karena mereka malas belajar, tapi yang mereka takutkan adalah  guru yang mengajar saat itu. Namanya adalah Rika. Murid-murid biasa memanggilnya ‘bu Rika’.  Guru ekonomi itu memang  terkenal super galak dan disiplin. Akan tetapi, berbeda dengan Raka yang terlihat biasa-biasa saja. Maklumlah Raka salah satu siswa teladan di sekolahnya. Jadi, hampir semua mata pelajaran ia sudah kuasai. Termasuk pelajaran ekonomi.
Kali ini, bu Rika masuk agak terlambat. Bukan tanpa sebab, ia terlambat karena harus mengurus perpindahan siswi baru yang tak lain adalah Della. Sebelum memulai pelajaran, bu Rika akan memperkenalkan  siswi baru  pada  anak  didiknya.
“ pagi anak-anak!” sahut bu Rika sambil menenteng sebuah tas laptop.
“ pagi bu!” jawab muridnya secara bersamaan.
“ nah hari ini kalian akan kedatangan murid baru.” Ucap bu Rika
“ wah!!!” sahut salah satu murid
“ nak silahkan masuk!” kata bu Rika sambil menoleh ke arah pintu
Della pun masuk dan mulai memperkenalkan diri.
“ hai semua! Nama gue Della  Anandita, tapi  kalian boleh panggil gue Della. Senang bisa kenal sama kalian semua! Dan gue harap kita bisa berteman” ucap Della yang berdiri di depan murid-murid
“ hai juga Del!” sahut Raka.
Akan tetapi, ditengah-tengah proses perkenalan, Della baru menyadari keberadaan Raka
“ hah? Itukan Raka. Kok bisa kebetulan gini sih?” ucap Della dalam hatinya
Setelah perkenalan selesai, bu Rika pun mempersilahkan Della untuk segera duduk di bangku yang telah di sediakan. Kebetulan, bangku yang kosong tepat di belakang Raka. Della kemudian duduk dan mulai mengeluarkan bukunya. Kemudian pelajaran pun di mulai. Saat pelajaran berlangsung, semua murid tampak lesuh dan tak bersemangat. Alasannya sudah jelas, yaitu karena bu Rika yang tekenal galak. Walaupun begitu, Raka dan Della terlihat bersemangat dan antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan guru.
Akhirnya, waktu yang di tunggu-tunggu oleh banyak murid telah tiba yaitu waktu istirahat. Bu Rika pun menghentikan mengajarnya.
“ nah anak-anak sampai disini dulu materi kita. Lusa, ibu akan mengadakan kuis. Jadi ibu harap, kalian mempersiapkan diri.” Kata bu Rika sambil mengambil buku dan laptop dari meja
“ baik bu..” jawab Raka
Setelah menyampaikan pada anak muridnya, bu Rika akhirnya keluar ruangan. Semua murid pun mengemasi barang-barang mereka dan bersiap-siap untuk keluar. Raka kemudian mengajak Della untuk ke kantin bersama.
“Del, bareng yuk.” Sahut Raka
“ hmm... boleh deh. Lagian gue juga belum tahu banyak tentang sekolah ini.” Ucap Della dengan men-iyakan ajakan Raka.
Mereka berdua pun keluar dari kelas dan menuju kantin. Saat perjalanan menuju kantin, Della terlihat sedang memikirkan sesuatu. Raka pun menyadari sikap Della yang sedari tadi hanya diam tanpa basa-basi. Raka mencoba bertanya pada Della.
“Del, loe kenapa? Kok bengong gitu sih? Loe sakit?” tanya Raka yang terlihat peduli pada murid baru itu.
Akan tetapi, Della tak menggubris pertanyaan Raka. Ia malah terus berjalan tanpa sadar bahwa Raka tertinggal di belakangnya. Raka kemudian memanggil Della.
“ woy Del! Kok loe diem sih? Loe malah ninggalin gue. Tunggu dong” teriak Raka dengan raut wajah agak kesal.
“ hah? Kenapa?” ucap Della sambil membalik badannya ke belakang.
“ pake nanya lagi. Dari tadi gue nanya ke loe. Emang loe nggak denger?” kata Raka
“ oh sorry  gue nggak denger” ucap Della
“ emang loe lagi lamunin apa sih?” tanya Raka lagi
“ hmmm,,,, anu.. gue bingung  nih. Kan kata bu Rika lusa kita ada kuis, terus gue belum terlalu ngerti tentang materinya. Gimana dong?” kata Della dengan raut wajah yang terlihat panik.
“ hah? Gitu doang? Gue kira apaan.,gimana kalau gue ajarin lo? Tempat dan waktunya loe aja yang nentuin. Gimana?” kata Raka yang menawarkan diri
“ wah! Makasih ya lo mau ajarin gue. Gimana kalau kita belajar di rumah loe. Nanti gue bakal datang ke rumah loe. Setuju nggak?” ucap Della
“ okay, gue setuju.” Kata Raka menyetujui.
Tak terasa, mereka pun sampai di kantin. Raka berniat untuk mentraktir Della.
“ Del, gue traktir yah?” tanya Raka
“ gue bisa bayar sendiri kali. Nggak perlu repot-repot” kata Della sinis
“ gue tahu kalau loe bisa bayar sendiri. Tapi gue teraktir loe sebagai tanda penyambutan dan simbol awal pertemanan kita. Mau yah, please..” pinta Raka dengan sangat
“ ok deh gue mau. Tapi ingat, gue mau di traktir sama loe karena gue kasihan aja.” Kata Della dengan nada meledek
Setelah setuju untuk di traktir, Raka kemudian mulai memesan makanan dan minuman untuk Della. Akan tetapi, sebelum Raka menyebutkan makanan dan minuman yang akan dipesan, seorang  siswi dengan wajah yang putih dan menggunakan kaca mata menghampiri Raka dan Della. Orang itu datang dan meneriaki nama Raka. Tak hanya itu,ia juga memukul pundak Raka.
“ Raka!! Woy loe kok keterlaluan banget sih? Kenapa loe nggak ngajak gue ke kantin? Biasanya kan kita bareng.” Cerutu  seorang  siswi.
“ ohh itu, hmmm anu.. sorry  gue lupa” kata Raka yang mencari-cari alasan.
“ hah, lupa? Tumben amat loe nggak inget gue. Loe tahu nggak  tadi gue ke kelas loe, trus temen-temen loe bilang kalau loe udah duluan. Jadi gue nyusul kesini” kata seorang siswi
“ udah deh, yang penting kan loe udah ada disini.” Ucap Raka pendek kata
“ hmm.. terserah loe aja deh. Eh By The Way, dia siapa? Kok gue baru liat sih?’ tanya seorang siswi yang sepertinya adalah teman/sahabat Raka
“ kenalin gue Della. Gue emang murid baru disini. Senang bisa berkenalan. Kalau loe” tanya Della sambil menjulurkan tangannya
“ ohh kalau gue Viona, loe bisa panggil gue Vio. Loe kelas berapa?” tanya Viona lagi
“ gue anak  XI IPA 2  kalau loe?” tanya Della kembali
“ oh kalau gue anak XI IPA 3. Berarti loe sekelas dong sama Raka” ucap Viona
“ eh udah, udah kalau Cuma ngobrol, nanti keburu bel masuk bunyi loh. Mending kita pesan sekarang aja. Emang kalian nggak laper? Kalau gue sih udah laper banget.” Ketus Raka
“ hehehe.. iya yah gue lupa. Ayo kita pesan aja” sahut Viona.
Ketiganya kemudian memesan makanan dan minuman masing-masing.
“ bu, saya pesan mie  kuah aja ya. Sambel sama kecapnya di banyakin bu” pinta Viona
“ bu, kalau saya pes....” sahut Della yang terpotong oleh Raka
“ nasi goreng. Nggak pakai sambel, udang, dan kerupuk ya bu..” ucap Raka yang memotong pembicaraan Della
“ loh kok loe main nyamber aja sih? Trus kok pesenan kamu sama kayak yang mau aku pesen sih?” tanya Della yang kesal
“ ya elah. Pesenannya emang buat loe.” Tutur Raka
“ hah? Darimana loe tahu kalau gue nggak suka pakai sambel, alergi udang dan kerupuk?” tanya Della yang penasaran
“ wah! Iya Raka, loe tahu dari mana?” tanya Viona yang menambah penasaran Della
“ hmmm.. nggak kok. Sebenarnya gue Cuma nebak doang. Eh udah udah gue udah laper nih. Bu, kalau saya pesan bakso aja, yang kayak biasa ya bu.” Ucap Raka.
“ kalau minumnya mau apa dek?” tanya seorang penjaga kantin
“ 3 orange juice aja bu” pinta Viona

Lanjutannya SEGERA diupload...

1 komentar: